Senin, 31 Desember 2012

新年快乐

在过几天就是新年让我们:

☆DELETE☆昨天的烦恼

☆SELECT☆今天的快乐

☆SET☆明天的幸福

☆SAVE☆永远的爱心

☆CANCEL☆世间的仇恨

☆PASTE☆美丽的心情

☆COPY☆醉人的风景

祝您天天好心情 !新年进步
新年快乐

Sabtu, 29 Desember 2012

Happy Mother's Cat Day!

Kisah menantu dan racun


Seorang menantu yg bernama Lily merasa tak cocok dgn mertuanya dlm segala hal. Mereka selalu konflik dan bertengkar.

Akhirnya, Lily tdk tahan lagi. Ia menemui teman baik ayahnya, Mr Huang, yg menjual obat. Ia memintanya memberi racun utk mertuanya.

Mr Huang setuju asal Lily mau mendengarkan dan melakukan semua yg dia minta.

Lily menjawab, "Baik, saya akan melakukan apa saja yg anda minta."

Mr Huang memberinya sebotol racun dan berkata, "Kamu tdk boleh menggunakan racun yg bereaksi cepat utk menyingkirkan ibu mertuamu, karena nanti bisa dicurigai. Racun ini secara perlahan akan menggerogoti tubuh ibu mertuamu. Setiap hari masaklah masakan kesukaan mertuamu dan campurkan sedikit racun ini. Layani dgn baik, dengarkan saja kata-katanya. Jangan berdebat dengannya. Perlakukan dia seperti seorang ratu, agar kamu tdk dicurigai saat ia meninggal."

Lily sangat senang. Setiap hari, Lily membuat masakan kesukaan mertuanya. Tak lupa ia membubuhkan sedikit racun.

Setelah 6 bulan, seluruh rumah berubah. Lily telah belajar mengendalikan emosinya. Dia tidak berdebat sekalipun dengan ibu mertuanya, yg sekarang kelihatan jauh lebih baik dan mudah ditemani.

Sikap mertuanya juga berubah. Ia mulai menyayangi Lily seperti anaknya sendiri. Dia memberitahu semua org bahwa Lily adalah menantu terbaik.

Lily sangat terharu. Ia mengurungkan niatnya utk membunuh mertuanya. Ia mencari Mr. Huang agar memberinya obat penawar. 

"Lily, tidak usah kuatir. Yang saya berikan dulu adalah vitamin, bukan racun. Racun yg sebenarnya ada dalam pikiranmu. Tapi semua sudah lenyap oleh kasih yg engkau berikan pada mertuamu," ujar Mr Huang.

Lily sangat bahagia sekali. Akhirnya ia menyadari, "Barang siapa yang memperlakukan org lain dengan sepenuh hati, maka ia akan beroleh perlakuan yg sama, bahkan lebih baik."

Stop and Listen


Ini sangatlah luar biasa. Mohon luangkan waktu Anda sejenak untuk membaca:

Seorang pria duduk di stasiun di Washington DC dan mulai bermain biola. Saat itu pagi Januari yang dingin. Dia memainkan 6 lagu Bach selama kurang lebih 45 menit. Di waktu tersebut, karena pada jam sibuk, di perkirakan ada sekitar 1,100 orang melewat stasiun tersebut, banyak diantara mereka dalam perjalanan kerja.

Tiga menit berlalu, dan ada seorang pria tua memperhatikan bahwa ada seorang musisi bermain. Dia memperlambat kecepatannya, dan berhenti beberapa detik, dan kemudian dengan segera tergesa-gesa untuk menemui jadwalnya.

Semenit kemudian, pemain biola itu menerima tips 1 dollar pertamanya: seorang wanita melemparkan uang tersebut tanpa berhenti dan melanjutkan berjalan.

Beberapa menit kemudian, seseorang bersandar di dinding untuk mendengarkannya, tetapi pria tersebut melihat jamnya dan mulai berjalan lagi. Jelas bahwa dia terlambat untuk kerja.

Seseorang yang memperhatikan dengan sangat adalah seorang bocah berumur 3 tahun. Ibunya membawanya serta, terburu-buru tetapi anak tersebut berhenti untuk melihat sang pemain biola. Akhirnya, ibunya mendorong dengan kuat, dan anak tersebut kembali berjalan, sambil membalikkan kepalanya. Aksi ini terulang oleh beberapa anak lainnya. Setiap orang tua, tanpa terkecuali, memaksa mereka untuk lanjut berjalan.

Dalam 45 menit musisi itu bermain, hanya 6 orang yang berhenti dan berdiam diri untuk sesaat. Sekitar 20 orang memberikannya uang, tetapi lanjut berjalan dalam kecepatan normal mereka. Dia mengumpulkan $32. Ketika dia selesai bermain dan keheningan muncul, tidak ada seorang pun memperhatikannya. Tidak ada seorangpun yang bertepuk tangan atau ada penghargaan apapun.

Tidak ada seseorangpun yang mengetahuinya, bahwa sang pemain biola adalah Joshua Bell, salah seorang musisi paling bertalenta di dunia. Ia baru saja memainkan salah satu musik terumit yang pernah dituliskan, dalam sebuah biola seharga 3.5 juta dollar.

Dua hari sebelum permainannya di kereta api bawah tanah, Joshua Bell bermain dalam sebuah teater di Boston dengan tiket yang sold-out dengan harga rata-rata $100.

Ini adalah cerita nyata. Joshua Bell menyamar untuk bermain di stasiun dan acara tersebut diatur oleh Washington Post sebagai bagian dari eksperimen sosial tentang persepsi, rasa dan prioritas dari orang-orang. Bahan percobaannya adalah: dalam sebuah lingkungan yang umum pada waktu yang tidak tepat: Apakah kita menghargai sebuah keindahan? Apakah kita akan berhenti untuk menghargainya? Apakah kita akan mengenal talenta tersebut dalam konteks yang tidak terduga?

Salah satu kesimpulan yang mungkin bisa diambil dari percobaan ini adalah:

Jikalau kita tidak memiliki waktu untuk berhenti dan mendengarkan salah seorang musisi terbaik di dunia memainkan musik terbaik yang pernah ditulis, berapa banyak hal lainnya yang kita telah kehilangan?

Berhentilah sejenak dan dengarkan.

Sering kali kita bergerak terlalu cepat dan terburu-buru sehingga kita kehilangan begitu banyak hal berharga di dalam hidup kita.

Jikalau Anda suka kejadian nyata ini dan menginspirasi Anda, share kepada teman-teman Anda agar menjadi inspirasi dan pengingat bagi mereka juga.

Bungkus VS Isi

Bedakanlah apa itu "BUNGKUS"nya dan apa itu "ISI"nya.


"Rumah yg indah" hanya bungkusnya;
"Keluarga Bahagia" itu isinya.

"Pesta nikah" hanya bungkusnya;
"Cintakasih, Pengertian dan Tanggung jawab" itu isinya

"Ranjang mewah" hanya bungkusnya;
"Tidur nyenyak" itu isinya.

"Makan enak" hanya bungkusnya;
"Gizi, energi dan sehat" itu isinya.

"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya;
"Kepribadian" itu isinya.

"Bicara" itu hanya bungkusnya;
"Kerja nyata" itu isinya.

"Buku" hanya bungkusnya;
"Pengetahuan" itu isinya.

"Jabatan" hanya bungkusnya;
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya.

"Pergi ke Gereja" itu bungkusnya;
"Melakukan Firman Tuhan dalam hidup" itu isinya.

"Khotbah yg bagus" itu bungkusnya;
"Kuasa Firman yg mengubahkan hidup" itu isinya.

"Kharisma" hanya Bungkusnya;
"Karakter" itu isinya.

Utamakanlah isinya... namun
Rawatlah bungkusnya...:)

Tuhan memberkati anda semua..
Met hari minggu & met beribadah.

The Real True Love



“True love isn’t Romeo and Juliet who died together. It’s Grandma and Grandpa who grew old together”